Hydroplaning (Aquaplaning) & Penyebabnya?

 Hydroplaning (Aquaplaning) & Penyebabnya?

Di Publikasikan Oleh : david | Dibaca : 878852 X | Tanggal : 04 Juni 2014

Salah satu resiko bahaya mengemudi di jalan yang tergenang air atau saat hujan adalah terjadinya hydroplaning atau aquaplaning pada ban mobil. Hydroplaning atau aquaplaning bisa menyebabkan kecelakaan jika tidak diwaspadai dan diantisipasi.

 

Pengertian Hydroplaning (Aquaplaning)
Hydroplaning atau aquaplaning adalah kondisi ban mobil yang kehilangan penapakan (traksi) pada permukaan jalan saat mobil melintasi genangan air di permukaan jalan.

Hydroplaning atau aquaplaning
Penyebab Hydroplaning
Hydroplaning adalah kondisi yang terjadi saat air terakumulasi di depan ban mobil. Pada dasarnya permukaan ban mobil selalu dapat menapak pada permukaan jalan karena menahan bobot mobil. Jika mobil dikendarai dengan kecepatan tertentu, maka tekanan ban pada jalan akan berkurang. Di sisi lain, air meskipun terlihat sangat encer namun memiliki viskositas (kekentalan) tertentu sehingga membutuhkan waktu untuk mengalir atau berpindah tempat sekalipun mendapatkan tekanan yang cukup besar (sebesar bobot sebuah mobil). Jika mobil melaju dengan kecepatan tertentu maka sebagian air yang tidak sempat dipindahkan oleh permukaan ban akan tetap tertahan di bawah ban membentuk lapisan tipis tetapi cukup untuk menahan permukaan ban mobil sehingga tidak menyentuh permukaan jalan.

 

Potensi Bahaya Karena Hydroplaning

Saat ban kehilangan penapakan/penjejakan di permukaan jalan, maka upaya pengereman dan pengendalian setir menjadi tidak tidak efektif. Hal ini dapat menyebabkan mobil tidak bisa direm atau keluar dari jalur semestinya. Jika ini terjadi di jalan yang ramai maka dapat menyebabkan terjadinya tabrakan. Dalam kondisi ekstrim hydroplaning dapat menyebabkan mobil mengalami kecelakaan tunggal serius seperti terbalik atau menabrak bangunan di pingir jalan.
Setiap pengendara mobil harus mewaspadai dan mencegah terjadinya hydroplaning saat melintasi jalan yang tergenang air terutama saat hujan deras, dimana pandangan mata kurang begitu jelas. Meskipun hydroplaning merupakan pengalaman yang membahayakan, terutama jika keempat ban mengalami hydroplaning, hal yang terpenting adalah bersikap tenang saat mengalami hydroplaning. Beberapa kasus kecelakaan yang terjadi akibat hydroplaning justru dikarenakan pengemudi mengambil langkah antisipasi ekstrim akibat panik seperti melakukan pengereman mendadak atau membelok dengan tajam, padahal kondisi jalan sedang sepi.

 

Faktor Resiko Hydroplaning
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan resiko terjadinya hydroplaning pada ban mobil.

  • Kecepatan yang lebih tinggi mengurangi tekanan permukaan ban pada air yang tergenang
  • Bobot mobil yang lebih ringan mengurangi tekanan permukaan ban pada air yang tergenang.
  • Telapak ban yang sudah aus mengurangi penjejakan (traksi) permukaan ban dengan permukaan jalan yang tergenang air
  • Genangan air yang lebih dalam akan mempercepat kehilangan penjejakan ban.
  • Komposisi air genangan yang lebih kental atau memiliki densitas yang lebih tinggi (misalnya karena pengaruh minyak, lumpur, dsb) akan meningkatkan waktu pemindahan air karena tekanan permukaan ban.
  • Tekstur permukaan jalan yang lebih halus memperpanjang durasi hydroplaning.

 

Sumber :http://drive.web.id

Partner Kami